Bawean — Dalam rangka meningkatkan mutu akademik dan penyelenggaraan proses akhir studi yang lebih terarah, LPPM Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean menggelar rapat penyusunan pedoman tugas akhir mahasiswa, bertempat di ruang rapat utama kampus, pada Senin, 20 Oktober 2025.
Rapat tersebut dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala LPPM, Dekan setiap fakultas, Ketua Program Studi, serta Panitia pelaksanaan tugas akhir. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun dan menyempurnakan pedoman penulisan agar sesuai dengan perkembangan standar akademik dan kebutuhan mahasiswa di era digital.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor 3 INHAFI Bawean, Dr. H. Abdul Hafidz, Lc., M.EI., menyampaikan bahwa penyusunan pedoman tugas akhir merupakan langkah penting untuk menjamin konsistensi mutu karya ilmiah mahasiswa.
“Kita ingin memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memenuhi syarat administratif untuk lulus, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang bermutu, relevan, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar beliau.
Selama rapat berlangsung, para peserta aktif memberikan masukan terkait format penulisan, sistem bimbingan online dan offline, standar penilaian, serta tahapan seminar proposal hingga ujian munaqasyah. Pembahasan juga mencakup penggunaan aplikasi pendukung seperti Turnitin dan Mendeley guna memperkuat aspek orisinalitas dan tata kelola referensi.
Rapat ini menghasilkan beberapa poin kesepakatan penting yang akan dituangkan dalam Pedoman Tugas Akhir Mahasiswa edisi revisi tahun 2025, yang nantinya akan menjadi acuan resmi bagi seluruh mahasiswa tingkat akhir di lingkungan INHAFI Bawean.
Dengan adanya pedoman yang terstruktur dan terbarukan, diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir dengan lebih mudah, terarah, dan sesuai dengan standar akademik perguruan tinggi.